Kesaksian akhir abad
Ratap
tangis,menerpa pintu kalbukku..
bau
anyir darah,mengganggu tidur malam ku..
oh..tikar
tafsarku..
oh..bau
sungai tohor yg kotor..
bagaimana
aku akan bisa membaca keadaan ini..?
diatas
atap kesepian nalar pikiran,yg digalaukan oleh lampu-lampu kota
yg
bertengkar dgn malam,aku menyerukan nama mu wahai para leluhur nusantara..
oh..sang
jaya..leluhur dari kebudayaan tanah..
oh..punawarman..leluhur
dari kebudayaan air..
kedua
wangsamu telah mampu mempersekutukan budaya tanah dan air..
oh..resikuturan..
oh..resineralte..
empu-empu
tampan yg penuh kedamaian,telah kamu ajarkan tatanan hidup yg aneka dan
sejahtera..
yg
dijaga oleh dewan hukum adat..
oh..bagaiman
aku bisa mengerti bahasa bising dari bangsaku kini..
oh..kajaolalido
bintang cemerlang tanah ubi..
negarawan
yg pintar dan bijaksana
telah
kamu ajarkan aturan permainan
didalam
benturan-benturan keinginan yg berbagai ragam di dalam kehidupan..
ade,wicara,rapang,dan
wari..
oh..lihatlah..wajah-wajah
berdarah dan rahim yg diperkosa,muncul dari puing-puing tatanan hidup yg
porak-poranda..
kejahataan
kasat mata,tertawa tanpa pengadilan.
kekuasaan
kekerasan berak dan berdahak diatas bendera kebangsaan..
oh..anak
cucuku di zaman sibernetik..
bagaimana
akan kalian baca prasasti dari zaman kami..
apakah
kami akan mampu menjadi ilham kesimpulan..?
ataukah
kami justru menjadi sumber masalah di dalam kehidupan..??
dengan
puisi ini aku bersaksi..
bahwa
rakyat indonesia belum merdeka
rakyat
yg tanpa hak hukum,bukanlah rakyat merdeka..
hak
hukum yg tidak dilindungi oleh lembaga pengadilan yg mandiri,adalah hukum yg di
tulis diatas air..
bagaimana
rakyat bisa merdeka..
bila
polisi menjadi aparat pemerintah dan tidak menjadi aparat hukum,yg melindungi
hak warga negara..
bagaimana
rakyat bisa merdeka..??
bila
birokrasi negara tidak menjadi aparat rakyat,melainkan menjadi aparat
pemerintah yg berkuasa..
bagaiman
rakyat bisa merdeka ??
bila
hak pilih mereka di pasung,tidak boleh memilih secara langsung wakil-wakil
mereka di dewan perwakilan..
dan
juga tidak boleh memilih secara langsung camat mereka,bupati,walikota,gubernur
dan presiden mereka..
dan
partai-partai politik,menganggap rakyat hanya abdi partai..
yg
dinamakan masa politik partai,kawulah partai atau hamba partai..
bagaiman
rakyat bisa merdeka ??
bila
pemerintah melecehkan perdagangan antar daerah..?
dan
mengembangkan merkantilisme dan des sehingga rela menekan kesejahteraan
buruh,petani,nelayan,guru dan serdadu berpangkat rendah..
bagaimana
rakyat bisa merdeka..?
bila
provinsi-provinsi sekedar menjadi tanah jajahan pemerintah pusat,tidak boleh
mengatur ekonominya sendiri,tatanan hidupnya sendiri,
dan
juga keamanannya sendiri..
ayam,serigala,macan
ataupun gajah semuanya peka pada wilahnya..
setiap
org juga ingin berdaulat didalam rumah tangganya,setiap penduduk ingin
berdaulat didalam kampungnya,dan kehidupan berbangsa tidak perlu merusak daulat
kedaerahan..
hasrat
berbangsa adalah naluri rakyat,untuk menjalin ikatan daya cipta antar suku,yg
penuh keanekaan kehidupan dan memaklumkan wilayah pergaulan yg lebih luas untuk
merdeka bersama..
tetapi
lihatlah selubung kabut saat ini..
penjajahan
tatanan uang,penjajahan modal,penjajahan kekerasan senjata,dan penjajahan oleh
partai-partai politik,masih merajalela didalam negara..
dengan
puisi ini aku bersaksi..
bahwa
sampai saat puisi ini aku tandatangani,para elit politik yg
berkedudukan,ataupun yg masih dijalan..
tidak
pernah memperjuangkan sarana-sarana kemerdekaan rakyat..
mereka
hanya rusuh dan gaduh memperjuangkan kedaulatan golongan dan partainya sendiri..
mereka
hanya bergulat untuk posisi sendiri..
mereka
tidak peduli pada posisi rakyat..
tidak
peduli pada posisi hukum,posisi polisi,ataupun posisi birokrasi..
dengan
picik mereka akan mendaur ulang malapetaka bangsa dan negara yg telah terjadi..
hhmm......INDONESIA......
aahhh.......INDONESIA......
negara
yg kehilangan makna..
rakyat
sudah dirusak azas tatanan hidupnya..
berarti
sudah dirusak dasar peradabannya,dan akibatnya,dirusak pula kemanusiaannya..
maka
sekarang negara tinggal menjadi peta,itupun peta yg lusuh dan hampir sobek
pula..
pendangkalan
kehidupan bangsa telah terjadi..
tata
nilai rancu..
dusta,pencurian,penjarahan
dan kekerasan halal..
manusia
sekedar semak belukar yg gampang dikacau dan dibakar..
paket-paket
mupakilan yg murah dijajakan..
penalaran
amarah yg salah mendorong rakyat terpecah belah..
negara
tidak mungkin kembali diutuhkan,tanpa rakyatnya dimanusiakan..
dan
manusia tak mungkin menjadi manusia,tanpa dihidupkan hati nuraninya..
hati
nurani adalah hakim adil untuk diri kita sendiri..
hati
nurani adalah sendi dari kesadaran akan kemerdekaan pribadi..
dengan
puisi ini aku bersaksi..
bahwa
hati nurani itu meski dibakar tidak bisa menjadi abu..
hati
nurani senantiasa bisa bersemi,meski sudah ditebang putus dibatang..
begitulah
fitrah manusia ciptaan TUHAN yg maha ESA...
Ws.Rendra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar